Beranda » terapi pijat » Pijat Refleksi, Titik dan Teknik Mesti Tepat

Pijat Refleksi, Titik dan Teknik Mesti Tepat

reflexology3

Ruangan itu penuh sesak dengan keingintahuan saat Hembing Wijayakusuma, seorang dokter yang populer dengan terapi tradisionalnya, mempresentasikan masalah sejarah terapi pijat refleksi kaki. Sambil menunjuk sebuah layar OHP yang menampilkan gambar pada relief makam kuno Mesir, sang profesor mengatakan bahwa terapi refleksi telapak kaki dan tangan telah dikembangkan di Mesir sejak tahun 2330 Sebelum Masehi.
Seakan memastikan bahwa terapi pijat refleksi terbukti ampuh sejak berabad-abad lalu, Hembing kembali menampilkan foto seorang laki-laki Tiongkok dalam tampilan layar hitam putih yang tengah menikmati pijat refeleksi pada kakinya. “Masyarakat Tiongkok telah memanfaatkan terapi pijat refleksi sejak ribuan tahun lalu,” ujar Hembing di depan ratusan peserta yang hadir dalam peluncuran bukunya di Jakarta pekan lalu.
Namun, tambah Hembing, karena masyarakat Tionghoa saat itu bersikap sangat tertutup sehingga ilmu ini tidak berkembang. Padahal, secara praktek dapat dibuktikan bahwa terapi pijat memiliki efektifitas cukup tinggi. Bukan hanya melancarkan peredaran darah, tapi juga menambah energi karena secara mekanistis memiliki kemampuan melatih saraf dan otot tubuh sehingga tubuh lebih fit dan mampu menangkal penyakit.
Sejumlah penyakit disebut oleh Hembing bisa disembuhkan melalui pijat refleksi. Mulai dari penyakit ringan seperti pusing, pegal-pegal, dan perut mulas hingga penyakit berat seperti jantung dan kanker. “Seorang pasien penyakit jantung yang sudah divonis dokter bahwa jantungnya harus di-bypass, terbukti bisa sembuh dengan pijat refleksi,” ujar Hembing.
“Iming-iming” menyembuhkan berbagai penyakit lewat pijat refleksi memang menggiurkan. Apalagi, menurut Hembing, teknik ini sebenarnya bisa dilakukan sendiri, jauh lebih menghemat kocek dibanding mesti pergi ke ahli terapi pijat. Namun tentu saja, “iming-iming” ini tak semudah membalik telapak tangan. Tak semua orang bisa menikmati kemanjuran pijat refleksi meski membaca buku yang sama atau “menimba ilmu” pada satu guru. “Pijat refleksi manjur jika dilakukan pada titik yang tepat dan menggunakan teknik yang benar,” jelas Hembing.
Jadi kalau sedikit saja titik yang dipijat meleset, maka efek yang akan didapatkan akan berbeda. Salah-salah malah bertolak belakang. Hal ini pula yang diungkap Prof. Usman Tambunan, peneliti pengembangan obat dari Universitas Indonesia, yang berbicara dalam forum yang sama.
Menurut Usman, sebuah buku yang sengaja dibuat untuk tuntunan pijat refleksi sendiri mestinya dibuat dengan detil dan jelas. Para pembaca harus mengetahui benar titik mana yang dijelaskan oleh buku tersebut. Jika informasi mengenai titik pijat ini kurang jelas maka praktek pijat refleksi pun akan sulit dilakukan dan membawa dampak yang tidak diinginkan.
Perlu diketahui, sesuai dengan teori zone yang dikembangkan Dr. Edwin Bowers, tubuh manusia memiliki 10 zone Zone-zone tersebut tidak hanya berjalan memanjang tetapi juga menembus melalui tubuh. Sehingga satu jalur zone yang terdapat di bagian depan dapat juga dicapai dari tubuh bagian belakang. Setiap organ yang terletak pada jalur yang sama dinyatakan satu saluran energi kehidupan yang sifatnya abstrak.
Pijatan pada salah satu zone di jari kaki akan berpengaruh pada bagian tubuh yang sejalur dalam zone tersebut. Inilah yang membuat pijat refleksi kaki dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit yang dialami organ tubuh. (san)

2 gagasan untuk “Pijat Refleksi, Titik dan Teknik Mesti Tepat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s