Juni 25, 2009 oleh griyaterapisehat
Barangkali di antara tekhnik pijat lainnya shiatsu tidak terlalu membuat pasiennya risih. Tekhnik pijat shiatsu tidak mengharuskan pasien membuka bajunya.

“Pijat shiatsu lebih sopan (tertutup-red) dibandingkan pijat lainnya karena tidak harus membuka baju. Shiatsu lebih diterima oleh ibu-ibu,” ujar instruktur shiatsu Panti Sosial Tunanetra Wyata Guna Putre Wiwoho.
Tidak dibukanya baju dalam shiatsu, ujar Putre memberikan efek ketepatan dalam pemijitan. Jari-jari tidak langsung menekan pada kulit tapi ditahan dulu oleh kain baju sehingga kemungkinan titik yang harus dipijat tidak bergeser.
“Kalau langsung ke kulit kemungkinan isa bergeser karena kulitnya berkeringat,” tambah Putre.
Di shiatsu Wyata Guna saat dipijat tubuh pasien akan ditutupi dengan handuk untuk menjaga ketepatan titik pemijatan.
Mengenai ketepatan pijatan Putre menyatakan jangan khawatir jika dipijat oleh terapis tunanetra. Menurutnya pemijat tunanetra malah bisa lebih tepat dalam memijat dibandingkan orang normal.
Jika orang dengan penglihatan normal hanya mengandalkan penglihatan pada titik-titik pijat berdasarkan warna otot, tapi pemijat tunanetra lebih teliti dengan meraba terlebih dahulu. “Dengan meraba-raba mereka lebih teliti merasakan tekstur otot sehingga titik yang dipijat lebih tepat,” pungkasnya.
(ema/ema)
Sumber : bandung.detik.com
Ditulis dalam terapi pijat | Bertanda pijat shiatsu | Leave a Comment »
Juni 16, 2009 oleh griyaterapisehat

Beberapa literatur yang kami dapatkan dikatakan pula bahwa pemakaian bahan herbal sebagai obat sesungguhnya telah mendahului kemunculan manusia di bumi, karena hewan-hewan diketahui mencari dan memakan tumbuhan spesifik saat mereka sakit. Penting pula diketahui bahwa tidak satupun kultur di dunia yang tidak menggunakan bahan herbal sebagai pengobatan dalam catatan sejarah mereka, walaupun catatan sejarah itu hanya tradisi dari mulut ke mulut yang disampaikan kepada generasi selanjutnya.
Dewasa saat ini, pemakaian bahan herbal juga diturunkan dari generasi ke generasi, baik secara lisan maupun melalui buku-buku. Walaupun pemakaian bahan herbal menurun secara dramastis saat perusahaan farmasi raksasa mulai menciptakan obat hebat, dan berkekuatan besar, namun bahan herbal sekarang mulai mengalami kemunculan kembali yang spektakuler dan semakin banyak orang yang mulai mempertanyakan biaya, serta efek samping obat-obat buatan pabrik. Serta kesadaran masyartakat akan tanggung jawab atas perawatan kesehatan dirinya sendiri.
Tidak rahasia lagi bahwa bahan herbal mendapatkan popularitas yang sangat baik. Serta semakin banyak pula dokter yang berpaling pada bahan herbal sebagai terapi di dalam prakteknya. Sehingga semakin banyak orang yang mencari pengobatan alternatif yang aman dan lebih murah. Berdasarkan dari berbagai pengalaman-pengalaman, maka tanaman obat atau herbal sudah diterima sebagai obat alternatif dan bahkan secara resmi dianjurkan untuk digunakan oleh praktisi di dunia kesehatan. Pada pertengahan bulan juli tahun 2000 Menteri Kesehatan mengeluarkan himbauan agar dokter menggunakan Obat Asli Indonesia berupa obat tradisional tanaman obat.
Bahan herbal biasanya dianggap aman dan efektif namun tetap harus diperlakukan dengan berhati hati. Herbal bukan pengganti untuk obat yang diberikan oleh dokter, dan Anda tidak boleh mencoba mendiagnosis atau mengobati penyakit atau kondisi yang Anda derita tanpa menghubungi dokter terlebih dahulu. Jika anda ingin mengambil tanggung jawab terhadap kesehatan Anda sendiri, Anda harus memiliki bekal informasi dan pen getahuan yang Anda perlukan. Jika Anda memutuskan untuk menggunakan bahan herbal sebagai pengobatan, Anda harus mengetahui sifat, komponen, dan kemungkinan efek sampingnya. Lebih bijaksana bila mintalah petunjuk pada dokter Anda atau seorang ahli herbalis sebelum Anda meminumnya.
- Ketahuilah identitas bahan herbal itu. Atau jika Anda tidak tahu jenisnya jangan menggunakan !
- Jika Anda telah lanjut usia atau sensitive terhadap obat, mulailah dengan dosis kecil atau dengan mengikuti petunjuk dari ahlinya.
- Jika Anda mengalami gejala seperti gangguan lambung, mual, atau nyeri kepala setelah menggunakan bahan herbal, hentikan pemakaian untuk mengetahui apakah gejalanya menghilang. Lebih bijaksana bila Anda menghubungi dokter atau pada ahlinya.
- Pada wanita hamil atau menyusui, dan juga anak kecil, tidak boleh menggunakan bahan herbal dalam dosis pengobatan kecuali mengikuti petunjuk dokter atau ahlinya.
Ditulis dalam terapi herbal | Bertanda obat altenatif & aman | Leave a Comment »
Juni 16, 2009 oleh griyaterapisehat

cairan seduhan ini terbuat dari akar, kulit kayu, daun, atau biji yang digiling atau ditumbuk, dengan menuangkan air mendidih pada tanaman obat tersebut dan membiarkannya selama 10-30 menit, mungkin kadang-kadang dengan mengaduk campuran tersebut. Cairan yang dihasilkan disaring dan digunakan. Seduhan dingin bisa dibuat jika prinsip-prinsip aktifnya dihasilkan dari tanaman obat tanpa menggunakan panas atau sebaliknya. Namun sekarang dengan perkembangan ilmu, seduhan kini dapat dikemas dalam kantong teh untuk lebih praktisnya, dan tidak mengurangi khasiatnya.

- Rebusan
Rebusan ini dipersiapkan dengan menggunakan kulit kayu dan akar-akarnya yang telah dipotong-potong, atau digiling yang ditempatkan dalam panci stainless steel atau panci enamel ( bukan alumunium ) dengan air dingin yang dituangkan. Campuran ini direbus selama 20-30 menit, didinginkan, dan disaring. Untuk mendapatkan khasiat yang lebih maksimal bila diminum hangat-hangat.
Tablet ini dibuat dengan memadatkan obat-obatan ke dalam bulatan kecil. tablet lebih mudah diberikan dan memiliki aksi yang lebih cepat karena langsung dapat larut lebih cepet didalam perut.
Ekstrak ini merupakan bentuk cairan yang paling kental di mana obat-obatan herbal bisa disimpan dalam persediaan obat dalam rumah tangga. Ekstrak cair merupakan obat yang sangat popular dan praktis.
Obat obatan herbal sekarang banyak yang berupa pil. Biasanya pil terdiri atas ekstrak-ekstrak padat yang dapat dikombinasikan dengan obat-obatan yang lainnya. Pil tersebut bisa salut dengan gula atau zat lain yang enak rasanya yang mudah larut dalam perut.
Ditulis dalam terapi herbal | Bertanda ramuan herbal | Leave a Comment »
Juni 12, 2009 oleh griyaterapisehat

bekam di griya terapi sehat madiun @ 090602

bekam di griya terapi sehat madiun @ 090602

bekam di griya terapi sehat madiun @ 090602
Ditulis dalam terapi bekam | Bertanda foto terapi bekam | 2 Komentar »
Juni 12, 2009 oleh griyaterapisehat

ear candle theraphy di griya terapi sehat madiun @ 090602

ear candle theraphy di griya terapi sehat madiun @ 090602
Ditulis dalam terapi ear candle | Bertanda ear candle therapy | 1 Komentar »
Juni 12, 2009 oleh griyaterapisehat

bekam di griya terapi sehat madiun @ 090602

bekam di griya terapi sehat madiun @ 090602

bekam di griya terapi sehat madiun @ 090602

bekam di griya terapi sehat madiun @ 090602

bekam di griya terapi sehat madiun @ 090602

bekam di griya terapi sehat madiun @ 090602
Ditulis dalam terapi bekam | Bertanda foto terapi bekam | Leave a Comment »
Juni 12, 2009 oleh griyaterapisehat

bekam di griya terapi sehat @ 090524

bekam di griya terapi sehat @ 090524

bekam di griya terapi sehat @ 090524

bekam di griya terapi sehat @ 090524

bekam di griya terapi sehat @ 090524
Ditulis dalam terapi bekam | Bertanda foto terapi bekam | Leave a Comment »
Mei 23, 2009 oleh griyaterapisehat
|
(Ginkgo biloba)
|
|

|
Tumbuhan ini dianggap sebagai tubuhan tertua di Bumi, dan diperkirakan berasal dari Cina dan tumbuh sejak 190 juta tahun yang lalu. Ginkgo sejak zaman dulu telah menjadi salah satu unsur penting dalam ilmu pengobatan Cina, namun baru satu dekade belakangan ini dunia medis meneliti manfaat ginkgo.
|
|
|
Sesuai praktik pengobatan tradisional, ginkgo diketahui memiliki khasiat antimikrobakteri, dan ampuh mengatasi ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Bagian Atas). Namun penelitian terakhir menemukan bahwa ginkgo dapat mengoptimalkan fungsi otak, dan sirkulasi darah di syaraf.
|
Kondisi ini dapat membantu mencegah pusing, telinga berdenging, lupa, depresi dan gejala lain yang terjadi akibat sirkulasi darah yang buruk pada otak.
|
|
|
|
Sumber : www.conectique.com
Ditulis dalam terapi herbal | Leave a Comment »
Mei 23, 2009 oleh griyaterapisehat
|
|
|

|
Kunyit (Curcuma domestica Vahl.) yang merupakan tanaman asli dari Asia Tenggara ini, termasuk ke dalam jenis tanaman rempah dan obat. Hampir setiap bangsa Asia umumnya pernah mengkonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan.
Tanaman ini tumbuh tegak mencapai tinggi 1,0 – 1,5 m. Memiliki batang semu yang dililit oleh pelepah-pelepah daun. Daun tanaman runcing dan licin dengan panjang sekitar 30 cm dan lebar 8 cm.
|
|
Bunga muncul dari batang semu dengan panjang sekitar 10 – 15 cm. Warna bunga putih atau putih bergaris hijau dan terkadang ujung bunga berwarna merah jambu. Bagian utama dari tanaman adalah rimpangnya yang berada di dalam tanah. Rimpang ini biasanya tumbuh menjalar dan rimpang induk biasanya berbentuk ellips.
| Kandungan tanaman kunyitDalam tanaman kunyit terkandung senyawa kurkuminoid yang terdiri darikurkumin, desmetoksikumin dan bisdesmetoksikurkumin serta zat- zat manfaat lainnya, seperti mnyak asiri / volatil oil, lemak, karbohidrat, protein, pati, vitamin C, zat besi, fosfor, dan kalsium. |
|
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kunyit dapat mengobati beragam penyakit seperti diabetes melitus, Tifus, Usus buntu, Disentri, Sakit keputihan, Haid tidak lancar, Perut mulas saat haid, Amandel dan Memperlancar ASI.
Tak hanya itu, kunyit ternyata juga dapat mengatasi penyakit Alzheimer, yaitu sejenis penyakit pikun yang umum terjadi pada manusia yang mulai memasuki usia tua dimana kondisi fisik otaknya mulai menurun. Namun kondisi tersebut dapat diperlambat dengan mengkonsumsi kunyit dalam bentuk bumbu kare.
|

|
|
|
Hasil kesimpulan para peneliti yang dilaporkan dalam American Journal of Epidemiologi Edisi 1 November 2006, menyebutkan bahwa bumbu kare sangat berpotensi mencegah penyakit alzheimer karena dilihat dari kemanjurannya dan tidak beracun. Hasil ini merupakan bukti pertama yang menunjukkan adanya keterkaitan antara konsumsi kare dengan kemampuan kognitif otak.
|
|

|
Rahasia keampuhan kunyit sebagai obat penyakit alzheimer, terletak pada zat pewarna kuning (kurkumin) yang terdapat di dalam rimpang kunyit yang digunakan dalam membuat bumbu kare tersebut. Kurkumin pada kunyit memiliki fungsi yang sangat penting dalam mengobati berbagai jenis penyakit karena senyawa tersebut dapat berfungsi sebagai anti tumor promoter, antioksidan, anti mikroba, anti radang dan anti virus. Selain itu kurkumin pada kunyit ternyata juga berperan dalam meningkatkan sistem imunitas tubuh.
|
|
|
Perlu diingat :
Meskipun mengkonsumsi rutin bumbu kare, dapat menurunkan resiko serangan penyakit Alzheimer, namun penggunaan yang berlebihan bagi orang lanjut usia dapat menimbulkan efek sakit perut, gangguan hati atau ginjal.
Sumber : www.conectique.com
|
Ditulis dalam terapi herbal, terapi penyakit | Bertanda alzheimer, kunyit | Leave a Comment »
Mei 23, 2009 oleh griyaterapisehat
Brotowali merupakan tumbuhan yang tumbuh liar di hutan, ladang atau kita juga bisa menanamnya. Brotowali sangat suka pada tempat yang panas, tumbuhan ini termasuk perdu dan memanjat. Memiliki tinggi batang hingga 2,5 m dengan besar batang sebesar jari kelingking, berbintil-bintil rapat dan memiliki rasa yang pahit. Tumbuhan ini juga merupakan tumbuhan daun tunggal, bertangkai, dengan bentuk daun seperti jantung atau agak mirip seperti bundar telur berujung lancip, dengan panjang daun 7-12 cm dan lebar 5-10 cm. Bunganya berukuran kecil, dengan warna hijau muda dengan bentuk tandan semu. Tumbuhan ini juga dapat diperbanyak dengan cara stek.
Sifat kimiawi dan efek farmakologis :
Brotowali terkenali dengan rasanya yang pahit dan sejuk. Brotowali juga berguna sebagai penghilang rasa sakit, penurun panas dan melancarkan meridian.
Kegunaan :
- Rheumatic arthritis, rheumatik sendi pinggul dan memar.
- Demam, merangsang nafsu makan, demam kuning.
- Kencing manis
Cara pemakaian :
Diperlukan sekitar 10-15 gr batang brotowali untuk pengobatan. Untuk luka luar, air rebusan batang brotowali tersebut dipakai untuk membasuh luka-luka seperti koreng, kudis dan lain-lain. Sedangkan untuk pemakaian lainnya seperti :
- Rheumatik: 1 jari batang brotowali kemudian cuci dan dipotong-potong seperlunya, kemudian rebus batang tersebut dengan 3 gelas air, rebus hingga sisa 1½ gelas. Setelah dingin, saringlah air rebusan tersebut dan tambahkan dengan madu secukupnya. Minum sehari 3 x ½ gelas.
- Demam kuning: 1 jari batang brotowali kemudian cuci dan dipotong-potong seperlunya, kemudian rebus batang tersebut dengan 3 gelas air, rebus hingga sisa 1½ gelas. Setelah dingin, saringlah air rebusan tersebut dan tambahkan dengan madu secukupnya. Minum sehari 2 x ¾ gelas.
- Demam : 2 jari batang brotowali kemudian cuci dan rebus dengan 2 gelas air, rebus sampai sisa 1 gelas. Setelah dingin, saringlah dan tambahkan dengan madu secukupnya, diminum sehari 2 x ½ gelas.
- Kencing manis : ? genggam daun sambiloto, ? genggam daun kumis kucng, ¾ jari (±6 cm) batang brotowali. Cuci dan potong-potong batang brotowali tersebut. Rebuslah ketiga bahan tersebut dengan 3 gelas air, rebus hingga sisa 2 gelas. Saringlah dan minum setelah makan, sehari 2 x 1 gelas.
- Kudis : 3 jari batang brotowali, belerang sebesar kemiri. Cuci dan tumbuk sampai halus, diremas dengan minyak kelapa dan oleskan pada kulit yang terkena kudis. Sehari 2 kali.
- Luka : Daun ditumbuk hingga halus, letakkan pada luka. Sehari 2 kali. Untuk mencuci luka, dipakai air rebusan batang brotowali tersebut.
Ditulis dalam terapi herbal, terapi penyakit | Bertanda brotowali, demam, demam kuning, kencing manis, kudis luka, rheumatik | Leave a Comment »