Pijat Shiatsu ‘Lebih Sopan’

Barangkali di antara tekhnik pijat lainnya shiatsu tidak terlalu membuat pasiennya risih. Tekhnik pijat shiatsu tidak mengharuskan pasien membuka bajunya.

shiatsu-insert

“Pijat shiatsu lebih sopan (tertutup-red) dibandingkan pijat lainnya karena tidak harus membuka baju. Shiatsu lebih diterima oleh ibu-ibu,” ujar instruktur shiatsu Panti Sosial Tunanetra Wyata Guna Putre Wiwoho.

Tidak dibukanya baju dalam shiatsu, ujar Putre memberikan efek ketepatan dalam pemijitan. Jari-jari tidak langsung menekan pada kulit tapi ditahan dulu oleh kain baju sehingga kemungkinan titik yang harus dipijat tidak bergeser.

“Kalau langsung ke kulit kemungkinan isa bergeser karena kulitnya berkeringat,” tambah Putre.

Di shiatsu Wyata Guna saat dipijat tubuh pasien akan ditutupi dengan handuk untuk menjaga ketepatan titik pemijatan.

Mengenai ketepatan pijatan Putre menyatakan jangan khawatir jika dipijat oleh terapis tunanetra. Menurutnya pemijat tunanetra malah bisa lebih tepat dalam memijat dibandingkan orang normal.

Jika orang dengan penglihatan normal hanya mengandalkan penglihatan pada titik-titik pijat berdasarkan warna otot, tapi pemijat tunanetra lebih teliti dengan meraba terlebih dahulu. “Dengan meraba-raba mereka lebih teliti merasakan tekstur otot sehingga titik yang dipijat lebih tepat,” pungkasnya.
(ema/ema)

Sumber : bandung.detik.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s